Jama'at Muslim Ahmadiyah mengutuk dengan sekeras-kerasnya berita-berita bahwa the Dove World Outreach Center, yang berpusat di Amerika Serikat, sedang berencana untuk membakar Kitab Suci Al-Qur-an tanggal 11 September. Ini akan merupakan tindakan yang paling provokatif dan tak akan menghasilkan apa pun kecuali menyebabkan tekanan dan kemarahan jutaan orang pencinta damai di seluruh dunia. Membakar kitab suci suatu agama merupakan satu tindakan yang menakutkan dan secara langsung bertentangan dengan ajaran-ajaran semua agama besar dunia.
Berbicara mengenai masalah ini dari London, Imam Jama'at Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda bahwa ekstrimisme keagamaan dalam semua jenisnya harus dihapuskan. Beliau bersabda: "Ekstrimisme keagamaan, apakah ekstrimisme Kristen, ekstrimisme Muslim atau jenis lainnya tak pernah merupakan cerminan hakiki dari agama. Sungguh sejumlah gereja telah mengutuk tindakan ini. Tak ada salahnya berbahas ilmiah atau theologi tapi ini seharusnya diadakan dalam batas-batas kesopanan dan toleransi. Alih-alih apa yang sedang kita lihat adalah kebencian sedang tersebar."
Tanggal 13 Agustus 2010, Hadhrat Khalīfatul Masīh V atba menyampaikan Khutbah Jum'at di Masjid Baitul Futūh, London.
Sesudah membacakan ayat 187 dari Sūrah Al-Baqarah, yang diterjemahkan sebagai berikut:
"Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepada engkau mengenai Aku, katakanlah: 'Aku dekat. Aku menjawab do'a orang-orang ketika berdo'a kepada-Ku. Maka mereka hendaknya mendengar seruan-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka boleh mengikuti jalan yang benar." (2:187)
Hudhur atba bersabda: Ayat ini diwahyukan sehubungan dengan ajaran-ajaran mengenai bulan Ramadhān. Untuk menjadi hamba Allāh yang hakiki dan mengalami pengabulan do'a-do'a seseorang menuntut upaya-upaya besar. Puasa di bulan Ramadhān merupakan satu upaya sedemikian rupa yang seorang mukmin wajib lakukan. Supaya do'a-do'a seseorang didengar, supaya orang terbimbing secara benar dan menjadi orang mukmin yang soleh, orang wajib taat pada perintah-perintah Tuhan dan menguatkan keimanan seseorang. Tak ada jalan lain dari contoh teladan terbaik dalam hubungan ini selain yang dijumpai dalam kehidupan Nabi Suci Muhammad saw.
Hudhur memberikan satu uraian mengenai keunggulan Al-Qur-an Suci dan iman kepada yang ghaib dalam Khutbah Jum'at beliau hari ini. Hudhur mengawali dengan pembacaan ayat berikut: ‘Bulan Ramadhan yang di dalamnya Al-Qur-an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dengan bukti-bukti nyata bagi petunjuk dan pembeda [antara benar dan salah]. Oleh sebab itu, siapapun dari kalian yang hadir di rumah pada bulan ini, hendaklah berpuasa. Tapi siapapun yang sakit atau dalam perjalanan, hendaknya berpuasa sejumlah bilangan yang sama pada hari-hari lain. Allah menghendaki untuk memberikan kalian kemudahan dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan kalian boleh menyempurnakan bilangan hari itu, dan kalian mengagungkan Allah karena Dia telah memberikan petunjuk kepada kalian dan agar kalian bersyukur.’ (2:186) Hudhur menerangkan bahwa ayat ini menyebutkan makna khusus yang Al-Qur-an Suci punyai dengan bulan Ramadhan. Itu merupakan satu bulan untuk membacanya dengan perhatian khusus dan renungan mendalam. Pe-wahyu-an Al-Qur-an berawal pada bulan ini kepada manusia sempurna (s.a.w.) yang mengenai beliau Al-Qur-an menyatakan: ‘Katakanlah, ‘Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah seorang rasul bagi kalian semua dari Allah…’ (7:159) dan ‘Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai pemberi kabar suka dan seorang pemberi peringatan, bagi semua manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’ (34:29)
Written by Hadhrat Maulana Nuruddin (r.a.), Khalifatul Masih I
Monday, 16 August 2010 10:19
Bulan Ramadhan memberikan satu pelajaran takwa - bahwa orang seharusnya mengendalikan kebutuhan-kebutuhan (keinginan)nya - keperluan-keperluan yang sangat penting bagi kelangsungan dan kelanjutan dirinya. Untuk kelangsungan dirinya sendiri, makan dan minum adalah keperluan-keperluan pokok sedangkan, untuk kelanjutan ras manusia, hubungan-hubungan dengan pasangan seseorang adalah perlu. Dalam puasa seseorang meninggalkan keduanya untuk beberapa waktu (yakni selama siang hari) hanya demi mencari keridhaan Tuhan.
Dengan cara ini, Allah telah mengajarkan kepada kita pelajaran bahwa ketika orang menjadi terbiasa meninggalkan keperluan-keperluannya yang pokok dan besar, betapa mudahnya hal itu baginya untuk meninggalkan keperluan-keperluan yang kecil. Bayangkan saja, bahwa ada susu segar, serbat dingin, anggur dan jeruk di rumah seseorang. Bibir kering dengan rasa haus dan tak ada seorang pun dapat mencegahnya dari menggunakannya tapi, walaupun perlu dan dapat terjangkau, dia tidak memakan atau meminumnya. Itu hanya karena [takut] Tuhannya tidak ridha kepadanya.
Written by Hadhrat Maulana Nuruddin (r.a.), Khalifatul Masih I
Monday, 16 August 2010 10:08
Hari-hari bulan Ramadhan ini adalah sangat beberkat. Allah telah memberikan perintah-perintah yang sangat khusus dalam bulan ini dan telah secara khusus menekankan keutamaannya. Mereka yang ada dalam perjalanan atau sakit, mereka telah diperintahkan untuk berpuasa sesudah perjalanan mereka atau apabila mereka telah cukup sehat untuk berpuasa. Tapi untuk yang lainnya, makan [juga minum] dan hubungan [suami] dengan istri sepanjang hari itu adalah terlarang. Makan adalah penting bagi kelangsungan hidup itu sendiri dan hubungan kelamin adalah penting bagi kelangsungan ras (keturunan). Tapi selama bulan Ramadhan, Allah telah memerintahkan untuk menjauhi keduanya sepanjang hari (siang). Tak ada yang lebih penting dari pada kedua hal itu. Tak ada keraguan, bernapas juga penting, tapi orang tidak dapat hidup tanpa itu. Allah telah menjadikan bulan ini bagi tujuan yang amat penting ini bahwa ketika, manusia terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan lain selama sebelas bulan, serta tetap sibuk makan dan minum dan berhubungan suami-istri, dia telah diperintahkan untuk menjauhi hal-hal ini selama satu bulan hanya selama siang hari.
Banyak orang di desaku yang menggunakan ungkapan “جائته ساعته” jaa’athu saa‘atuhuu; mereka maksudkan dengan kalimat itu adalah sebagai saat kegilaannya atau saat kemarahannya atau saat khas yang maksudnya dimengerti pendengarnya.
Yang dimaksudkan dengan Sa‘ah itu adalah waktu secara mutlak. Orang-orang memutlakkan kata Sa‘ah itu kepada apa yang menyamai dengan salah satu dari 24 bagian kata “Yaum”, namun makna aslinya adalah waktu; dan Sa‘ah itu dimutlakkan kepada waktu yang diketahui pendengarnya seperti: Qiyamat Kubra atau perkara yang disepakati secara istilah atau konteknya.
Apabila kami berkata kepada musuh dengan mengancam:
قربت ساعتكم أو قربت الساعة
Maka, yang dimaksudkan dengan Sa‘ah dalam kalimat itu adalah waktu kehancuran mereka yang kami ancamkan dengan kalimat itu atau waktu kehancuran mereka telah dekat. Dan tidak mungkin yang dimaksudkan dengan kata Sa‘ah dalam kalimat itu adalah “Qiyamah Kubra” yakni Qiyamat besar telah dekat atau saat kesempatan benar-benar telah dekat.
"Dan janganlah kalian memaki apa yang mereka seru selain Allah, maka mereka memaki Allah karena rasa permusuhan, tanpa ilmu. Demikianlah Kami tampakkan indah kepada tiap-tiap umat amalan merekaKemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." QS. al-An'am (6) : 109
Besok, 20 Mei 2010 dari jam 1:00-23:55, berdasarkan salah satu grup yang dibuat di Facebook, akan diadakan lomba menggambar kartun Nabi Muhammad saw. hal ini adalah upaya orang-orang yang jauh dari ketakwaan untuk menyulut amarah kaum Muslimin. Diharapkan para Muslim di saentero dunia tidak terpancing dengan hal ini, dan berusaha sebisa mungkin melaporkan kegiatan ini kepada Facebook (klik disini) dan klik link 'Laporkan Acara'.
Berdasarkan berita dari vivanews.com, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa ia akan mencari data yang memprakarsai penyelenggaraan lomba tersebut. "Saya kira kita bisa protes keras nanti, setelah diketahui datanya, apakah itu diprakarsai oleh perorangan atau kelompok," kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Jakarta, Rabu 19 Mei 2010.
Bahkan Pakistan berencana mengeblok Facebook ke negara mereka. "Kami telah memblokir URL dan menginstruksikan penyedia jasa internet untuk memblokirnya," ujar Khurram Mehran dari Dewan Telekomunikasi Pakistan.
Agenda anti Islam sedang diusung oleh kuasa-kuasa Barat yang penuh ketakutan terhadap ajaran-ajaran Islam
Pada Februari 2008 sejumlah surat kabar Denmark menerbitkan ulang salah satu dari kartun-kartun yang sangat melukai kaum Muslimin seluruh dunia ketika mulanya terbit dua tahun yang lalu. Selanjutnya, paling sedikit ada tiga surat kabar di Swedia, Belanda dan Spanyol juga menerbitkan ulang kartun itu. Namun tindakan ini merupakan satu wahana lain dalam rangkaian serangan-serangan yang terencana yang tengah dihadapi Islam hadapi dalam masyarakat dewasa ini. Namun demikian Jama’at Muslim Ahmadiyah menyambut baik tanggapan dari orang-orang yang berpikiran adil dan beradab di Denmark dan tempat-tempat lain yang telah mengungkapkan ketidak sukaan dan rasa malu mereka atas provokasi yang sepenuhnya tak adil ini.
Berbicara selama khutbah Jum’at beliau dari London, Imam Jama’at Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Tidak dapat dikatakan bahwa setiap orang di Eropa benci kepada Islam. Sungguh di kalangan mereka sendiri banyak yang telah mengungkapkan ketidak sukaan mereka pada provokasi terhadap Islam. Ketika kartun-kartun di Denmark diterbitkan lagi pada akhir-akhir ini, banyak orang non-Muslim bangkit dan menyatakan bahwa pernerbitan kartun seperti itu merupakan bentuk adab yang paling hina. Mereka membuat poin yang sama dengan yang saya buat selama satu khutbah terakhir bahwa apa perlunya mencetak ulang kartun-kartun ketika polisi sudah siap menangkap tiga orang yang dicurigai sedang berencana melawan salah seorang katunis itu?”i
Orang-orang bodoh di antara manusia akan berkata “Apakah yang menyebabkan mereka berpaling dari kiblat mereka, yang mereka telah berada di atasnya?” Katakanlah,”Timur dan Barat kepunyaan Allah swt. ; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.” (Al Baqarah [2]: 143)
Dalam Tafsir Alquran dengan Terjemah dan Tafsir singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah, dijelaskan bahwa Dalam beberapa ayat yang sudah lalu, secara khusus telah disinggung kenyataan bahwa, sesuai dengan rencana Ilahi, Nabi Ibrahim a.s. telah menempatkan istri dan putra beliau, yakni Siti Hajar dan Ismail a.s., di lembah Mekkah yang gundul dan gersang itu. Ketika Ismail a.s. tumbuh dewasa Hadhrat Ibrahim a.s. mendirikan kembali Ka’bah dengan bantuan putra beliau itu, dan selagi membangun kembali Ka’bah itu beliau mendoa kepada Tuhan agar membangkitkan di antara orang-orang Arab seirang nabi besar yang bakal menjadi Pembimbing dan Pemimpin umat manusia untuk segala masa. Dan pada saat yang telah ditentukan ketika Nabi besar itu muncul, rencana Tuhan Yang Azali mulai bekerja dan Ka’bah dijadikan “kiblat” untuk seluruh umat manusia.
Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.
Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.
Statistik Pengunjung Cinta-Islam
Hari ini
3342
Kemarin
4604
Minggu ini
39432
Minggu Lalu
29088
Bulan ini
16951
Bulan Lalu
129260
Semuanya
1488065
We have: 38 guests, 14 bots online IP Anda: 38.107.191.111 , Hari ini: Sep 04, 2010