Facebook Page: 125863886166 Tumblr: cinta-islam Twitter: cinta_islam External Link: isamujahid.wordpress.com
 
Halaman Utama Artikel Cinta Islam Islam Tiga Belas Kriteria Hamba Tuhan
Tiga Belas Kriteria Hamba Tuhan
Written by Admin   
Tuesday, 02 March 2010 22:19
Share/Save/Bookmark

Allah Ta'ala Berfirman dalam Al-Furqon [25]: 64-69 dan 73-77:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا <64> وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا <65> وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا <66> إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا <67> وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا <68> وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا <69>

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا <73> وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا <74> وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا <75> أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا <76> خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا <77>

Artinya:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Rahman adalah mereka yang:

  1. Berjalan di muka bumi dengan merendahkan diri;
  2. Dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan ‘selamat’.
  3. Dan orang-orang yang melewatkan malam untuk Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
  4. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah dari azab Jahannam, sesungguhnya azab-Nya itu adalah kebinaaan yang besar”. Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal semetara dan tempat  tinggal tetap.
  5. Dan mereka yang apabila membelanjakan harta tidaklah berlebihan
  6. Dan tidak pula kikir, bahkan mengambil jalan tengah di antara keduanya.
  7. Dan orang-orang yang tidak berseru beserta Allah tuhan yang lain selain Allah
  8. Dan tidak membunuh jiwa yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan yang benar
  9. Dan tidak pula melakukan zina dan barangsiapa berbuat demikian, ia akan menemui hukuman dosa.” (Al-Furqan:64-69)
  10. Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu,
  11. Dan ketika mereka melalui yang sia-sia, mereka berlalu dengan sikap yang mulia.
  12. Dan orang-orang yang apabila diperingatkan dengan (tentang) tanda-tanda Tuhan mereka, tidak akan terjerumus ke dalamnya sebagai orang-orang tuli dan buta.
  13. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami dari jodoh-jodoh kami dan keturunan kami [menjadi] penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. Orang-orang itulah yang akan dianugrahi kamar-kamar tinggi karena mereka bersabar dan mereka akan disambut di dalamnya dengan penghormatan dan do’a selamat. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baiknya tempat istirahat dan tempat menetap.” (Al-Furqan :73-77)

Sebelum membahas lebih jauh, saya akan membahas arti dari kata 'Ibadur-Rahman.   'Ibad (kata jamak dari 'abdun) berasal dari bahasa Arab yang berarti 'hamba'. Sedangkan Rahman disini adalah salah satu dari Asmaul Husna, yakni sifat Allah Ta'ala yang Maha Pengasih.

Hadhrat Masih Mau'ud bersabda:

"Karena Tuhan Yang Rahman juga mendatangkan faedah dengan nikmat-nikmatnya yang tidak terhitung, tanpa membedakan orang baik dan buruk. Semua hamba-hamba-Nya, hingga matahari, bulan, bumi dan yang lainnya. Jadi di dalam ayat-ayat itu, Allah Ta’ala dengan jelas menerangkan bahwa kata Rahmân yang dikemukakan dengan arti itu adalah untuk Tuhan. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu secara luas dan kepada setiap orang yang baik maupun buruk. (Barahin Ahmadiyah; Ruhani Khazain, Jilid I, hal. 73, Catatan kaki).

Sifat Allah Ta'ala ini telah 'dikopi' dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. sehingga beliau dikenal dan diberi julukan oleh Allah Ta'ala sebagai hamba-Nya yang Rahmatal-lil-'alamiin (Rahmat bagi seluruh alam).

Dari ayat diatas, Allah Ta'ala telah menggariskan mengenai siapa saja yang disebut sebagai 'hamba' Allah Yang Maha Pengasih. Sebelas Kriteria manusia yang bisa dikategorikan sebagai Hamba Tuhan adalah:

 

(1) Yakni mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan santun,

Hamba Allah itu tidak sombong, dan setiap keputusan juga diambil jalan tengah (adil), tidak berat sebelah terhadap pihak tertentu. (2) Menghindarkan diri dari perkelahian dan perselisihan.

Jika ada orang yang mengancam atau mengintimidasi, maka hamba Allah itu akan berdoa agar si-pengancam itu diberikan keselamatan dari azab. Atau bisa jadi, ia berbuat sesuatu yang 'menyelamatkan' si-pengancam tadi dari sesuatu yang buruk yang bisa mengancamnya. Dengan kata lain, ia lebih mengutamakan perdamaian, daripada perang.

Huzur V atba bersabda :

"Syaitan akan terus melakukan pekerjaannya. Syaitan akan membangun medan-medan perlawanan dalam menghadapi kalian dengan berbagai macam cara, sehingga perasaan emosional kalian akan terus dihasut. Kemudian mereka akan mengatakan bahwa ‘lihatlah betapa aniayanya orang-orang ini’. Dalam kondisi seperti itu, kendalikanlah emosi kalian. Tegakkanlah contoh-contoh tersebut, tegakkanlah suri tauladan yang telah Rasulullah saw dan para sahabat beliau tampilkan di hadapan kalian... hadapilah, akan tetapi jangan menjawab kekotoran dengan kekotoran, karena akibat dari hal itu juga sebagian masalah bisa terjadi."

Kata-katanya tidak kotor dan kasar, bahkan ia menjawab dengan salam; kata-katanya lemah lembut, santun dan penuh rahmat. Ia kan menjadi rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik dan berbuat buruk kepadanya.

(3) Dan orang-orang yang melewatkan malam untuk Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.

Ia senantiasa, dawwam, dan selalu bersujud dan berdiri di waktu malam. Ia berusaha dengan keras untuk melaksanakan qiyamul-lail atau shalat malam dengan meninggalkan godaan-godaan syetan. Ia tidak hanya memperhatikan shalat fardhu (shalat wajib lima waktu) saja, Namun karena cinta yang tulus kepada-Nya, ia bersungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya. Bangun di tengah malam bukan hanya untuk tujuan pribadi atau menjauhkan diri dari kesulitan semata. Melainkan tulus dan murni untuk meraih keridhaan dan cinta Allah Ta’ala saja.

Rasulullah saw. bersabda: Allah Ta’ala berfirman:

“Manusia melalui ibadah nafal menjadi begitu dekat dengan-Ku, sehingga Aku menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar, Aku menjadi matanya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memegang dan Aku menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan”. (Sahih Bukhari, Kitaburiqoq, Babuttawaadhi)

Lihatlah! bahwa karena Rasulullah saw sangat rajin dalam melaksanakan ibadah-ibadah nafal itu, sehingga sifat Allah Ta'ala pun seakan-akan 'menyatu' dengan Rasulullah saw. Lihatlah juga para sahabat-sahabat beliau saw. Disebabkan kedatangan Rasulullah saw., telah terjadi satu revolusi yang tidak ada contohnya dan juga telah terjadi perubahan yang agung. Haququllah dan Haququlibad, kedua-duanya telah beliau saw. tegakkan dalam timbangan yang seimbang. Kaum pemakan bangkai dan kaum yang mati telah beliau saw. jadikan sebagai satu kaum yang hidup, bermartabat luhur dan suci.

(4) hamba-hamba Tuhan Yang Maha Rahman itu senantiasa berdoa supaya mereka dijauhkan dari neraka jahanam.

Neraka Jahanam itu terbagi menjadi dua, yakni:

(a) Neraka Jahanam duniawi, yakni yang didapatkan dalam bentuk dampak-dampak buruk dari kesalahan-kesalahan atau dari sebagian pekerjaan–perkerjaan buruk.

(b) Neraka Jahanam ukhrawi (Akhirat), yang akan didapatkan karena faktor dosa-dosa.

Huzur V atba bersabda:

"Jadi merupakan tanggungjawab hamba-hamba Tuhan Yang Rahman untuk setiap waktu senantiasa bertobat dan beristighfar. Hendaknya selalu berusaha untuk tetap tinggal berada dalam perlindungan Allah Ta’ala. Berdo’alah kepada Allah Ta’ala, supaya Allah Ta’ala menghindarkan dari kehinaan di dunia dan di akhirat kelak. Supaya Allah Ta’ala melindungi dari segala macam bentuk kesulitan-kesulitan jahanam. Janganlah menjadi hamba sahaya dari kilauan dan perhatian-perhatian serta kecenderungan-kecenderungan duniawi, sehingga di dunia ini juga dapat menjauhkannya dari Allah Ta’ala. Lalu menjadi faktor penyebab jatuhnya ke dalam neraka jahanam di akhirat. Kemudian semoga kekhawatiran-kekhawatiran dari anak-anak pun menjadi jauh. Akibat hal itu pun jangan sampai dalam hati kita terus terbakar di dalam api kegelisahan."

(5) Mereka tidak berlebih-lebihan, mereka tidak melakukan pengeluaran yang sia-sia

Ia hanya mengeluarkan untuk hal-hal yang secukupnya, ia mempunyai sifat Qonaah (merasa cukup), tidak foya-foya, tidak menutamakan gengsi, hemat bahkan bisa menyisihkan untuk menabung. Selain itu ia juga tidak lupa untuk menyisihkan sebagian rizqinya untuk agama-Nya atas dasar kecintaan kepada-Nya.

(6) Tidak pula ia kikir.

Ia hanya sebatas hemat, namun tidak sampai kepada kategori kikir, bakhir atau pelit; ia mengambil jalan tengah diantara keduanya.

Sebagian orang berlaku kikir, walaupun benar-benar perluan, mereka tidak membelanjakan harta untuk dirinya. bahkan ia terus mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Sebagian orang sedemikian rupa kikirnya, sehingga untuk keperluan-keperluan pribadinya pun hartanya tidak dibelanjakan. Mereka tidak membantu kerabatnya dan tidak memberikan sedikit pun untuk orang-orang miskin. Dan tidak ada di dalam diri mereka terdapat 'perasaan' untuk melakukan pengorbanan untuk agama-Nya.

(7) Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Rahman tidak dekat dengan kemusyrikan.

Huzur V atba bersabda:

"Syirik terhadap Allah Ta’ala mendekati kezaliman yang sangat besar dari antara semua dosa. Allah Ta’ala berfirman bahwa semua dosa-dosa itu dapat dimaafkan. Akan tetapi syirik tidak bisa dimaafkan. Syirik yang dikhususkan dengan ‘ibâdur Rahmân itu tidak hanya syirik lahiriah. Yakni mereka tidak menyembah berhala, bahkan mereka juga menghindarkan diri dari syirik yang tersembunyi. Ibadah-ibadah mereka dan penunaian hak-hak yang lainnya itu sesuai dengan perintah-perintah Allah Ta’ala dan dengan cara yang sangat halus, mereka memperhatikan hal itu supaya jangan ada perbuatan dan amalnya menjadi faktor semacam syirik tersembunyi. Mereka merupakan hamba-hamba yang sangat hati-hati. Urusan-urusan mereka tidak menjadi penghalang bagi ibadah-ibadah mereka. Sebagaimana telah saya terangkan di Jum’at yang lalu bahwa ini pun merupakan satu macam syirik tersembunyi."

(8) mereka yang tidak pernah membunuh jiwa siapa pun tanpa hak.

Islam tidak mengenal Jihad secara radikal. Jihad yang dilakukan Islam semata-mata bertujuan membangun perdamaian, tidak membuat teror. Dan jihad yang dilakukan secara fisik (peperangan) merupakan jihad yang paling rendah, dan hal ini dilakukan hanya semata-mata untuk membela diri; bukan untuk menyerang atau memperluas kekuasaan.

Ketika Rasulullah saw melakukan peperangan, bahkan para sahabat atau para Khalifahnya maupun orang-orang Islam sesudahnya, mereka melakukannya sambil berpegang pada ketakwaan. Jika mereka melakukan peperangan, maka itu diakibatkan karena musuh telah melampaui batas dan untuk mencegah tangan musuh dari kezaliman. Mereka telah melakukan upaya ini bahkan Rasulullah saw. juga, para sahabat beliau saw. juga telah memerintahkan supaya jangan membunuh anak-anak, perempuan-perempuan, pemimpin agama, para padri, para rahib dan lain-lain yang tidak ikut serta dalam peperangan.

(9) Mereka yang tidak melakukan zina.

Dewasa ini kegiatan zina (yang dipelopori oleh orang-orang barat) telah merambah ke negeri kita. Bahkan sudah banyak kaum muda yang melakukannya. Selain itu, hamba Tuhan itu tidak menyaksikan  program-program siaran yang kotor dan sia-sia. Saat ini, di internet dan di saluran TV ada sebagian hal-hal yang mengarah kepada zina. Itu semua termasuk dalam zina pikiran dan zina pandangan.

(10) Mereka yang tidak berkata dusta dan tidak memberikan kesaksian palsu.

Kebohongan merupakan akar dari dosa dan juga mempunyai peran yang sangat besar dalam kemunduran dan kehancuran bangsa. Misalnya, jika dalam rumah tangga sudah mulai dibumbui dengan 'racun' dusta, maka lambat-laun rumah tangga itu akan retak bahkan hancur berantakan, apalagi jika organisasi, perusahaan dan lain-lain sudah mencicipi dosa kebohongan ini, maka tunggulah kehancurannya.

(11) Mereka yang tidak ikut terpengaruh oleh kelezatan duniawi.

Saluran 'hiburan' televisi dan Internet, perjalanan hura-hura, merokok, suka berkelahi/bertengkar dll. Hal itu perkara yang berpotensi dapat menghancurkan akhlak.

(12)  Tatkala ayat-ayat Allah Ta’ala dibacakan di hadapan mereka, maka mereka terjatuh bukan karena buta dan bisu.

Ketika mereka mendengarkan Alquran, mereka mendengarkannya dengan perhatian sambil 'membuka' telinga. Mereka berusaha untuk mengamalkan nasihat-nasihat yang diberikan dengan dari Al-Quran. Tidak hanya mendengarkannya saja, namun berupaya untuk mengamalkan dan meningkatkan kerohaniannya.

Orang orang yang 'membutakan' dan 'menulikan' hatinya terhadap nasihat Alquran dan Rasul-Nya, maka lama-kelamaan ia akan ditarik oleh syetan dan dijerumuskan kedalam jurang kekelaman.

(13) Mereka yang senantiasa berdo’a untuk anak-anak dan istri mereka, semoga Allah Ta’ala menjadikan penyejuk mata di dalam diri mereka.

Memajukan anak-keturunan kita adalah kewajiban para orang tua. Selain ditunjang dengan materi/harta, doa juga memegang peranan yang sangat penting. Karena Allah Ta'ala lah yang bisa memberikan kemajuan bagi mereka.

Orang tua wajib mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang cerdas, pintar dan (yang paling penting adalah generasi yang) bertakwa. Jika seseorang pandai, namun tidak ada ketakwaan didalamnya, maka ilmunya bisa menghancurkannya. namun jika anak itu bertakwa, maka anak itu dimanapun pasti akan memberikan rasa nyaman, percaya, dan berguna bagi agama, masyarakat dan negara, dimanapun ia ditempatkan.

Jika kita mendoakan untuk kebaikan anak-dan istri, maka jika mereka menjadi orang yang bertakwa, maka mereka akan mendoakan kita. Begitu indahnya suasana surgawi itu. Dengan mendoakan mereka, berarti kita juga meningkatkan ketakwaan kita. Ingatlah! Nasehatilah mereka dengan nasehat-nasehat Alquran dan Sabda Rasulullah saw. karena disanalah terdapat mutiara-mutiara nasehat yang kuat dan kekal.

Terakhir, semoga kita diberikan taufiq untuk menjadi hamba Allah Ta'aala dihadapan-Nya. Amin.

Disadur dari Khotbah Jum'at Hadhrat Khalifatul Masih V atba  Tanggal 25 September 2009/Tabuk 1388 HS Di Baitul Futuh, London, U.K. yang disiarkan live dari mta.tv

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 

Unduhan Cinta-Islam

Populer di Cinta-Islam

powered by camp26

Donasi kepada Cinta-Islam

Catatan untuk Pengunjung

  1. Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
  2. Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
  3. Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
  4. Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
  5. Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.

Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.

Statistik Pengunjung Cinta-Islam

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3466
mod_vvisit_counterKemarin5303
mod_vvisit_counterMinggu ini37874
mod_vvisit_counterMinggu Lalu67155
mod_vvisit_counterBulan ini193895
mod_vvisit_counterBulan Lalu107433
mod_vvisit_counterSemuanya1330849

We have: 17 guests, 31 bots online
IP Anda: 38.107.191.111
 , 
Hari ini: Jul 30, 2010

Pengunjung Cinta-Islam

Ranking Alexa utk Cinta-Islam

Back Link

Blognya Abunaweed

banner Coretan Dinding M'Bud

Cinta-Islam - Blogged